CSR Telkom, Beri Warna Diajang IndoFest Pelaku UMKM Makassar
MAKASSAR, 12 APRIL 2013, Sebagai
bagian dari mega project untuk
mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN) danIndonesia Digital Society (Indiso) yang berfokus pada
pengembangan potensi UMKM, program Indonesia Digital Enterpreneur (IndiPreneur) juga menjangkau UMKM di
Kota Makassar, sebagaimana yang digelar Telkom lewat program IndiPreneur Festival(IndiFest) 2013 melibatkan tidak
kurang dari 150 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) se wilayah Makassar,
Jumat (12/4).
Pada bagian sambutannya, Direktur EWS, M. Awaluddin,
menuturkan bahwa kendala paling klasik yang selama ini dihadapi para pelaku
Usaha Mikro Kecil adalah akses pasar ditambah saat infrastruktur, yang belum
semuanya bagus, padahal UMKM memiliki potensi yang luar biasa bagi keteguhan
perekonomian nasional, dengan program IndiPreneur, Telkom berkomitmen memaksimalkan potensi UMKM
Indonesia melalui penyediaan akses broadband untuk
kebutuhan berbisnis secara online serta
membekalinya dengan pengetahuan mengenai implementasi Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) yang efektif, berkualitas, dan terjangkau, tanpa meninggalkan
pola konvensional yang dianut selama ini.
Ditambahkannya bahwa konsep layanan lengkap dan
menyeluruh yang diberikan program IndiPreneur. Program tersebut terdiri
dari device, network, application, dan platform yang
dapat memberikan solusi terhadap berbagai kendala, mulai dari ketersediaan
perangkat ICT, akses broadband WiFi,
hingga penyediaan layanan portal, aplication, and content (PAC).
“Melalui program IndiPreneur ini, kita harapkan dapat menghadirkan satu
budaya kerja yang lebih produktif bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan bisa
memajukan dunia UMKM khususnya yang ada di Makassar,” ujar Awaluddin.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo,
memberikan dukungannya terhadap program IndiPreneur. Menurutnya, dunia digital memang sangat
dibutuhkan di era globalisasi saat ini, abad digital sudah menjadi keniscayaan
bagi setiap orang, setiap warga masyarakat dari srata sosial apapun, “Dunia
digital membuka cakrawala berpikir kita dan jika kita tidak masuk ke dalamnya,
maka kita akan tertinggal, penyikapannya adalah kita harus mendukung program
ini untuk memajukan Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya,” ujar Syahrul.
Dalam acara tersebut M. Awaluddin selaku Presiden IMA
Pusat melantik Pengurus Indonesia
Marketing Association (IMA) Sulawesi Selatan, IMA merupakan
Organisasi yang mewadahi pelaku-pelaku bisnis Mikro Kecil yang diharapkan mampu
mengajak para anggotanya untuk bergabung dalam program IndiPreneur. langkah ini merupakan
upaya untuk memenuhi target 100 ribu UMKM yang bergabung dalam programIndiPreneur di tahun
2013.***(mbank).
Program CSR Pertamina Raih Global
CSR Award 2014
DENPASAR – Program CSR Pertamina bidang
pendidikan, meraih penghargaan dalam Global CSR Awards 2014 di Nusa Dua, Bali
(3/4). Penyerahan hadiah dilaksanakan pada puncak perhelatan tahunan Global CSR
Summit & Awards 2014 yang diinisiasi oleh Pinnacle Group International.

Program CSR
Pertamina mendapatkan Bronze Awards untuk kategori Excellence In Provision Of
Literacy & Education Award, sebagai kategori yang baru diperlombakan
pada tahun ini. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan
Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Bambang Budianto kepada Pertamina
yang diwakili oleh Officer Environment Pertamina, Binu Bowo Ispramito. Selain
Pertamina, untuk penghargaan kategori pendidikan Platinum diberikan kepada
Maybank, Gold Tenaga Nasional Berhad dan Silver untuk Bank Mandiri.
Global CSR
Summit & Awards merupakan kegiatan tahunan paling bergengsi di Asia sebagai
upaya memberikan apresiasi terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan.
Pada tahun ke-6 tahun ini, Global CSR Summit & Awards diikuti lebih dari
150 peserta dari berbagai perusahaan di seluruh dunia, dimana pemenangnya
didominasi perusahaan asal Indonesia.
Sementara itu
di tempat terpisah Manager CSR Pertamina Ifki Sukarya menyatakan, penghargaan
ini menjadi pembuktian bahwa Pertamina telah melaksanakan program tanggung
jawab sosialnya tidak sekadar charity donation, tetapi lebih berorientasi pada
peningkatan kualitas hidup para penerima manfaat.
“Penghargaan
ini menjadi pemicu bagi kami agar lebih maksimal dalam melaksanakan
program-program tanggung jawab sosial kami. Dan yang lebih membanggakan pada
hari yang sama program CSR Pertamina juga diakui sebagai Best CSR dalam ajang
Corporate Governance Asia di Hongkong, karena dinilai akan kepedulian, dan
komitmennya terhadap masalah peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
masyarakat, pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Demikian halnya dengan program Menabung 100 Juta Pohon yang mendapatkan Best
Environmental Responsibility pada ajang yang sama,”papar Ifki.
PEP Papua Field Peduli Pendidikan
Distrik Klamono
Sorong – PT Pertamina EP (PEP) Asset 5 Papua
Field menjadi saksi penyerahan beasiswa dari Pemerintah Daerah (Pemda)
Kabupaten Sorong kepada 3 marga pemilik ulayat di Distrik Klamono, pada Rabu
(12/3). Ketiga marga penerima beasiswa tersebut adalah marga Klawom, marga
Idik, dan marga Mambringgofok. Ketiga marga ini merupakan pemilik ulayat lokasi
beroperasinya PEP Papua Field di Klamono.
Hadir dalam penyerahan
beasiswa tersebut Asisten II Setda Kabupaten Sorong Abdul Gani Malagapi, S.Sos,
MM, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sorong
Dr. Johny Kamuru, M.Si, Kepala Distrik Klamono Yoel Kemesfle, perwakilan Dinas
Pendidikan Kabupaten Sorong, Kapolsek Klamono Ismail Ibrahim, Kepala Urusan
Humas SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku Bambang Dwi Djanuarto, Legal and
Relations Assistant Manager PEP Papua Field, Rochman, Ketua Dewan Adat Suku
Negelin, Philipi Klawom, dan tokoh dari 3 marga pemilik ulayat Klamono.
Penyerahan
beasiswa dilaksanakan di Ruang Pola, Kantor Bupati Sorong. Beasiswa senilai Rp
150 juta diharapkan dapat membantu biaya pendidikan anak-anak dari 3 marga
pemilik ulayat sehingga dapat menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga
perguruan tinggi. “Beasiswa yang diberikan sebagai salah satu bentuk perhatian
Pemda Kabupaten Sorong untuk mengembangkan SDM asli Papua yang berada di ring
satu wilayah penghasil migas di Klamono,” ungkap Asisten II Setda Kabupaten
Sorong, Abdul Gani Malagapi.
Dijelaskan,
perhatian Pemda Kabupaten Sorong bukan hanya pembangunan infrastruktur yang
terus digalakkan, tetapi pembangunan SDM juga terus dilakukan melalui berbagai
upaya, salah satunya melalui pemberian beasiswa pendidikan. Dengan diberikannya
beasiswa, kiranya dapat digunakan sebagaimana mestinya karena dana yang
diberikan akan diminta pertanggungjawabannya sebelum dilakukan pencairan dana
tahap kedua.
Kepala Badan
Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sorong, Johny Kamuru, mengatakan
beasiswa akan diberikan secara berkelanjutan. Ia berpesan agar beasiswa
pendidikan ini dimanfaatkan dengan tepat.
Beasiswa
tersebut merupakan penyerahan tahap pertama. Tahap kedua akan diserahkan
beasiswa senilai Rp 150 juta dan 3 unit mobil double cabin untuk menunjang
transportasi dan kegiatan perekonomian 3 marga. Bantuan dengan total nilai Rp
1,35 miliar disisihkan dari Rp4,3 miliar yang merupakan 10 persen dari dana
bagi hasil migas Pemda Kabupaten Sorong.
Sebelumnya,
pada Selasa (4/3), PEP Papua Field memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak
3 marga pemilik ulayat Klamono senilai Rp 50 juta.
Ahok Minta CSR Perusahaan Bereskan Taman-Taman
Ibukota

"Ada beberapa taman dari program CSR perusahaan sudah tidak dia rawat lagi. Karena kan dulunya mereka hanya menyerahkan saja," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Senin (21/10/2013).
Namun pria yang karib disapa Ahok itu tak akan membiarkan taman-taman itu tak terurus dalam waktu yang lebih lama. Perusahaan akan ditertibkan. Di samping membangun taman, mereka juga wajib untuk mengurusnya.
Jika perusahaan tersebut menolak, maka Pemprov DKI Jakarta akan turun tangan memperbaikinya. Namun nama perusahaan pada taman itu akan dicabut. "Taman yang dulu dibangun melalui CSR swasta, kita akan minta perusahaan yang membangun untuk membereskanya. Kalau enggak mau, ya kita ganti lah," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.
Namun, terhadap taman yang dimiliki oleh lembaga atau pihak tertentu, seperti taman Proklamasi milik Yayasan Bung Karno, Pemprov DKI tidak bisa ikut campur tangan.
"Ada juga kasus kayak taman Proklamasi, itu kan punya Yayasan bung Karno. Bukan kita. Nah, kalau yang punya kita, akan kita kerjakan," tutur Ahok.
Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI mencatat, beberapa perusahaan yang membantu dengan program CSR kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman 2013, di antaranya, Graha Metropolitan Nuansa, PT Wisma Kartika, PT Buana Sakti Sempurna Straregic Square, PT Intiland Development Tbk, Hotel Sahid Jaya, Pasific Place, dan PT Duta Anggada Realty Tbk. (Ndy/Mut) (Nadya Isnaeni )
Jokowi: Sejak Saya Gubernur, CSR
`Nguantrinya` Banyak Banget

Menurutnya, yang diberikan para pengusaha itu itu berupa sumbangan dalam bentuk corporate social resposibility (CSR). Jokowi pun menyatakan tidak bisa mencegahnya.
"Ya masa orang mau nyumbang ditolak. Nih, asal tahu saja ya, sejak saya jadi gubernur, itu yang namanya kewajiban, CSR, nguantrinya banyak banget. Jadi yang begitu-begitu ya biasa lah," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Bahkan para pengusaha yang tergabung dalam Tahir Foundation rela menyumbangkan 10 unit armada bus Transjakarta ditambah uang Rp 6 miliar. Menanggapi itu, Jokowi mengaku apa yang dilakukan para pengusaha itu adalah hal yang wajar. Sebab semua orang, khususnya para pengusaha juga ingin memberikan kotnribusi dalam membangun Jakarta.
"Ya tidak hanya itu, banyak pengusaha yang nyumbang-nyumbang karena semua pengen berkontribusi kepada kotanya," kata Jokowi.
Terkait alasan Thahir yang menyumbang atas dasar pribadi, Jokowi yang dianggap sebagai sosok yang dinilainya sebagai gubernur yang prorakyat, mengaku tak mau tahu. Bagi Jokowi, apapun alasannya, yang terpenting apa yang diberikan oleh para pengusaha itu dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi dirinya sendiri.
"Ya kalau alasannya gitu (Jokowi prorakyat) ya saya ndak ngerti, tanyakan saja ke mereka. Saya itu ngertinya yang penting bagi saya, itu berguna bagi rakyat banyak. Itu saja," jelas mantan walikota Surakarta itu.
Terkait dasar hukum penerimaan CSR yang begitu banyak dari para pengusaha itu, Jokowi mengaku tak tahu. Yang penting bagi Jokowi, puluhan bus dan uang miliaran bagi korban banjir itu tidak ia gunakan untuk kepentingan pribadi, namun bagi warga Jakarta.
"Lah, saya mana tahu urusan dasar hukum. Kok tanyakan ke saya, itu urusannya ahli hukum. Dasar hukum, dasar hukum. Wong, saya juga nggak ngambil uang dari situ kok, ini untuk kepentingan warga, bukan buat saya," tegas Jokowi.
Sebelumnya, Pendiri Tahir Foundation, Tahir mengaku organisasi yang dipimpinnya itu terkesan dengan kepemimpinan Jokowi. Selama ini Jokowi dinilai sebagai gubernur yang prorakyat. Itulah alasan pemberian uang dan unit bus Transjakarta itu.
"Kami bantu hanya karena Pak Jokowi. Dia itu prorakyat, jujur, dan lugas," ujar Tahir beberapa waktu lalu.
Tahir mengaku, sumbangan itu adalah hibah pertama kali yang diberikannya kepada Pemprov DKI. Pada masa pemerintahan sebelumnya, Tahir Foundation biasanya langsung menyalurkan bantuan kepada warga DKI Jakarta. Baru kali ini bantuan disalurkan dengan perantara Pemprov DKI. Mereka yakin, barang bantuan akan langsung disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
"Kalau kami hanya mampu 10 bus. Tapi kan harusnya gotong-royong. Kalau satu grup saja 10 bus. Kalau ada 100 pengusaha coba bayangkan ada berapa bus lagi kayak gitu," lanjut Tahir. (Tya/Mut)
Jokowi Gubernur, CSR `Nguantri` - Tanah 700
Meter Retak di Jepara

Berita itu menduduki peringkat pertama Liputan6.com, sepanjang Selasa 28 Januari 2014. Berikut berita-berita yang masuk peringat 5 besar:
1. Faizal Belum Tahu Istri Tewas Jatuh dari Jalan Layang Casablanca
M Faizal Bustamin, korban kecelakaan sepeda motor di Jalan Layang Non-Tol (JNLT) Casablanca, Jakarta Selatan, menunggu tindakan operasi. Hingga siang ini, Faizal belum mengetahui istrinya Windawati (27) yang hamil 5 bulan meninggal dunia akibat jatuh dari jalan layang karena kecelakaan sekitar pukul 22.00 WIB semalam.
"Kita pihak keluarga belum kasih tahu istrinya meninggal. Nanti saja setelah operasi," kata ayah Faizal, Ali Suharto di RS TNI AL Mintoharjo, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2014).
2. Fenomena Tulisan Arab Muncul di Pohon Hebohkan Nigeria
Penduduk Ona Ara, Ibadan, negara bagian Oyo, Nigeria berbondong-bondong ke halaman Sekolah Amuloko. Untuk menyaksikan apa yang mereka anggap sebagai fenomena misterius.
Sebuah tulisan Arab tertoreh di batang pohon yang ada di sana.
Ada yang mengambil gambar tulisan itu, memetik daun pohon untuk disimpan, memotong cabangnya sebagai cinderamata. Lainnya ramai-ramai mengusap telapak tangan di atas tulisan atau menggosok botol air mineral ke kulit pohon -- yakin cara itu bisa mengubahnya menjadi air suci.
3. Dicerai, Istri Minta Suami Kembalikan Ginjalnya
Seorang perempuan di Inggris, Samantha Lamb tak menyangka jika Andi Lamb malah mencampakkannya. Padahal Samantha telah memberikan segenap cintanya kepada Andy berupa ginjal.
Andy menceraikan Samantha baru-baru ini. Samantha menuding Andy berselingkuh dengan temannya. Tapi Andy membantah hal tersebut. Kini wanita 41 tahun itu meminta sang mantan suami mengembalikan ginjalnya.
4. Retakan Misterius Sepanjang 700 Meter Gegerkan Warga Jepara
Warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dikagetkan dengan munculnya retakan tanah sepanjang 700 meter. Retakan ini mengikuti alur saluran irigasi sawah.
Menurut Sagiman (44) warga Sukodono, awalnya retakan terjadi pada Sabtu 18 Januari 2014 malam dan tak begitu lebar. Namun seiring curah hujan yang tinggi, retakan itu terus bertambah lebar dan dalam.
5. Jokowi: Sejak Saya Gubernur, CSR `Nguantrinya` Banyak Banget
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan banyak CSR dari para pengusaha yang sudah mengantri untuk membantu pembenahan Ibukota. Jokowi pun menyatakan tidak bisa mencegahnya.
"Ya masa orang mau nyumbang ditolak. Nih, asal tahu saja ya, sejak saya jadi gubernur, itu yang namanya kewajiban, CSR, nguantrinya banyak banget. Jadi yang begitu-begitu ya biasa lah," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (28/1/2014). (Ali)
Sinar Mas Forestry Raih 3 Penghargaan Internasional CSR dari AS

Sinar
Mas Forestry meraih 3 penghargaan internasional Communitas Awards dalam
kategori Corporate Social Responsibility (CSR) dari Association of Marketing
and Communication Professional (AMCP), Texas, Amerika Serikat. Penghargaan itu
diraih unit pengelolaan hutan tanaman industri Sinar Mas di Riau, PT Arara
Abadi.
Setiap nominator Communitas Awards AMCP itu dinilai efektifitasnya dalam menjalankan pengelolaan organisasi sekaligus usaha dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
CEO SinarMas Forestry, Robin Mailoa, mengatakan setiap unit pengelolaan hutan tanaman industri Sinar Mas Forestry telah merancang berbagai program CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
“Sinar Mas Forestry meyakini pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari tidak hanya sebatas menjamin keberlangsungan fungsi produksi dan ekologi saja, namun juga fungsi sosialnya. Karena itu, kami bertujuan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan,” kata Robin melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Kamis (29/8/2013).
Robin menambahkan Sinar Mas Forestry yang merupakan pemasok bahan baku untuk Asia Pulp & Paper (APP) mengikuti Kebijakan Konservasi Hutan sejak 1 Februari 2013. Dengan diimplementasikannya kebijakan itu, Sinar Mas Forestry turut menerapkan praktek terbaik dalam Manajemen Pengelolaan Hutan Lestari dan Nihil Deforestasi.
Ada pun 3 penghargaan tersebut diberikan kepada CSR Sinar Mas Forestry dalam program, pertama, menanam benih kemakmuran buah-buahan bagi warga pedesaan Riau yang dilakukan Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (BPPM) sejak 2005 lalu. Kedua, program pemberdayaan untuk masyarakat adat asli Riau, masyarakat Sakai. Dan ketiga, pembangunan infrastruktur di Pulau Muda dengan membuka akses transportasi, membangun sekolah dan instalasi listrik. (Adi) (Abd)
Setiap nominator Communitas Awards AMCP itu dinilai efektifitasnya dalam menjalankan pengelolaan organisasi sekaligus usaha dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
CEO SinarMas Forestry, Robin Mailoa, mengatakan setiap unit pengelolaan hutan tanaman industri Sinar Mas Forestry telah merancang berbagai program CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat.
“Sinar Mas Forestry meyakini pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari tidak hanya sebatas menjamin keberlangsungan fungsi produksi dan ekologi saja, namun juga fungsi sosialnya. Karena itu, kami bertujuan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan,” kata Robin melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Kamis (29/8/2013).
Robin menambahkan Sinar Mas Forestry yang merupakan pemasok bahan baku untuk Asia Pulp & Paper (APP) mengikuti Kebijakan Konservasi Hutan sejak 1 Februari 2013. Dengan diimplementasikannya kebijakan itu, Sinar Mas Forestry turut menerapkan praktek terbaik dalam Manajemen Pengelolaan Hutan Lestari dan Nihil Deforestasi.
Ada pun 3 penghargaan tersebut diberikan kepada CSR Sinar Mas Forestry dalam program, pertama, menanam benih kemakmuran buah-buahan bagi warga pedesaan Riau yang dilakukan Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat (BPPM) sejak 2005 lalu. Kedua, program pemberdayaan untuk masyarakat adat asli Riau, masyarakat Sakai. Dan ketiga, pembangunan infrastruktur di Pulau Muda dengan membuka akses transportasi, membangun sekolah dan instalasi listrik. (Adi) (Abd)
Pelatihan Diversifikasi Olahan Tahu Dan
Limbahnya

Pada
tanggal 15 s/d 17 Mei 2013 lalu, Satuan Kerja CSR PTBA dan bekerja sama dengan
Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Olahan
Tahu dan Limbahnya. Pelatihan yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan
Pelatihan (Pusdiklat) PTBA ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan masyarakat tentang pengolahan tahu dan limbah yang dihasilkan
dari industri tahu.
Tak banyak yang mengetahui bahwa limbah tahu dapat diolah menjadi
berbagai penganan menarik dan bergizi, seperti: nuget tahu, tahu stick,
rollade tahu, tepung ampas tahu, kerupuk ampas tahu, kecap ampas tahu, dan nata
de soya. Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan
Lawang Kidul ini bertujuan untuk memahami nilai tambah dari tahu beserta
limbahnya, dalam bentuk makanan lain yang bermanfaat untuk meningkatkan
perekonomian.
Selain itu, kegiatan CSR PTBA kali ini juga ditujukan untuk
membantu menciptakan lapangan kerja baru dalam rangka
pemberdayaan masyarakat sekitar.
Yamaha Forest
Planting Ceremony
Gunung Ciremai, Kuningan ( Jawa Barat
)– PT.Yamaha Musik Indonesia ( Distributor ) dan 5 anak perusahaan lain yang
terkait dalam Yamaha Group Indonesia bersama dengan Yamaha Corporation Japan
melanjutkan kembali kegiatan Planting Ceremony Tahap Kedua ( 2010 – 2014 )
sebagai bentuk pelaksanaan dari Yamaha Forest. Planting Ceremony ini merupakan
kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility) yang dilakukan sebagai
bentuk kepedulian Yamaha Group Corporation terhadap Pemanasan Global yang
terjadi saat ini.
Planting Ceremony dilaksanakan pada hari Selasa, 06 Desember 2011 yang lalu, dan lokasi penanaman bibit adalah di Taman Nasional Gunung Ceremai, Kuningan – Jawa Barat dengan luas area 50 ha. Peserta yang hadir pada saat penanaman dilaksanakan adalah kurang lebih 250 orang yang meliputi ; Bapak Tsutomu Sasaki ( Senior Executive Office – Yamaha Corporation Japan ) beserta beberapa perwakilan karyawan dari Yamaha Corporation Japan, Bapak Teruhiko Tsurumi ( Presiden Direktur PT.Yamaha Musik Indonesia Distributor-PT.YMID ) beserta beberapa perwakilan dari PT.YMID, dan beberapa perwakilan dari 5 anak perusahaan lainnya. Tidak hanya dari pihak Yamaha Group saja, beberapa perwakilan dari pemerintah daerah setempat, tenaga ahli Japan International Cooperation Agency, pihak terkait dari Universitas Kuningan, beberapa murid sekolah dan masyarakat setempat yang hadir.
Planting Ceremony dilaksanakan pada hari Selasa, 06 Desember 2011 yang lalu, dan lokasi penanaman bibit adalah di Taman Nasional Gunung Ceremai, Kuningan – Jawa Barat dengan luas area 50 ha. Peserta yang hadir pada saat penanaman dilaksanakan adalah kurang lebih 250 orang yang meliputi ; Bapak Tsutomu Sasaki ( Senior Executive Office – Yamaha Corporation Japan ) beserta beberapa perwakilan karyawan dari Yamaha Corporation Japan, Bapak Teruhiko Tsurumi ( Presiden Direktur PT.Yamaha Musik Indonesia Distributor-PT.YMID ) beserta beberapa perwakilan dari PT.YMID, dan beberapa perwakilan dari 5 anak perusahaan lainnya. Tidak hanya dari pihak Yamaha Group saja, beberapa perwakilan dari pemerintah daerah setempat, tenaga ahli Japan International Cooperation Agency, pihak terkait dari Universitas Kuningan, beberapa murid sekolah dan masyarakat setempat yang hadir.
Planting Ceremony telah dilakukan
sejak Desember 2010 yang lalu, satu tahun merupakan masa persiapan sebelum
implementasi penanaman dilakukan. Masa persiapan 1 tahun ini ( Dec 2010 – Dec
2011 ) meliputi survey tumbuh-tumbuhan dan persemaian beberapa jenis tanaman
lokal berdasarkan penelitian di kebun pembibitan. Dan Kegiatan ini merupakan
hasil kolaborasi dengan JICA ( Japan International Corporation Japan ).
Yamaha Forest adalah suatu kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility ) yang dilakukan oleh Yamaha Group Indonesia bekerja sama dengan Yamaha Corporation Japan dalam rangka berpatisipasi dalam mengurangi pemanasan global. Yamaha Forest sendiri merupakan suatu kegiatan restorasi pohon – pohon di Indonesia yang merupakan basis produksi dan penjualan Yamaha. Melalui kegiatan restorasi ini diadakan pula pelestarian lingkungan, pendidikan mengenai lingkungan dan beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan. Planting Ceremony Tahap Pertama telah dilakukan pada Desember 2005 yang lalu di Sukabumi ( Jawa Barat ) dengan luas area 127 ha dan telah menanam 115.110 bibit pohon. Namun pada saat Plating Ceremony Tahap Pertama, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yamaha Motor bersama dengan perusahaan-perusahaan terkait.
“ Saat ini persiapan benih pohon sudah siap dan sudah sampai pada tahap mengubah lahan tandus menjadi hutan rindang secara perlahan. Semuanya dapat terwujud karena kerjasama yang terjalin diantara kita semua. Mulai saat ini mari kita bersama-sama menyelamatkan dunia dengan bergerak selangkah demi selangkah untuk merealisasikan penanaman pohon. Oleh karena itu diharapkan dukungan dan kerjasamanya, “ Teruhiko Tsurumi – Presiden Direktur PT.Yamaha Musik Indonesia (Distributor)
Yamaha Forest adalah suatu kegiatan CSR ( Corporate Social Responsibility ) yang dilakukan oleh Yamaha Group Indonesia bekerja sama dengan Yamaha Corporation Japan dalam rangka berpatisipasi dalam mengurangi pemanasan global. Yamaha Forest sendiri merupakan suatu kegiatan restorasi pohon – pohon di Indonesia yang merupakan basis produksi dan penjualan Yamaha. Melalui kegiatan restorasi ini diadakan pula pelestarian lingkungan, pendidikan mengenai lingkungan dan beberapa kegiatan lainnya yang berhubungan dengan lingkungan. Planting Ceremony Tahap Pertama telah dilakukan pada Desember 2005 yang lalu di Sukabumi ( Jawa Barat ) dengan luas area 127 ha dan telah menanam 115.110 bibit pohon. Namun pada saat Plating Ceremony Tahap Pertama, kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yamaha Motor bersama dengan perusahaan-perusahaan terkait.
“ Saat ini persiapan benih pohon sudah siap dan sudah sampai pada tahap mengubah lahan tandus menjadi hutan rindang secara perlahan. Semuanya dapat terwujud karena kerjasama yang terjalin diantara kita semua. Mulai saat ini mari kita bersama-sama menyelamatkan dunia dengan bergerak selangkah demi selangkah untuk merealisasikan penanaman pohon. Oleh karena itu diharapkan dukungan dan kerjasamanya, “ Teruhiko Tsurumi – Presiden Direktur PT.Yamaha Musik Indonesia (Distributor)
Semen padang Membantu Pembangunan Tower SPN Padang Besi
PADANG, 15 APRIL
2014: PT Semen Padang bantu pembangunan tower latihan untuk Sekolah Kepolisian
Negara (SPN) Padang Besi. Tower yang dibangun dengan dana CSR Semen Padang
sebesar Rp144.077.680 juta itu dikerjakan Desember 2013, dan rampung Februari
2014. Bangunan tower itu diserahkan Direktur Utama PT Semen Padang Munadi
Arifin kepada Kapolda Sumbar Brigjen. Pol. Bambang Sri Herwanto, di SPN Padang
Besi, Selasa (15/4).
"Alhamdulillah
hari ini kami serahkan tower untuk latihan SPN. Kami berharap tower ini bisa
bermanfaat bagi kegiatan latihan di SPN Padang Besi," kata Dirut PT Semen
Padang Munadi Arifin, pada acara yang dihadiri jajaran pejabat Polda Sumbar,
dan staf PT Padang.
Tower latihan dengan
tinggi 15 meter itu bersifat multifungsi, dapat digunakan untuk kegiatan turun
tali vertical (rappeling), peluncuran (towing heli jump) dan papan panjat
(climbing wall).
Dirut PT Semen Padang
pada kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian
Daerah Sumbar yang selama ini telah banyak membantu, sehingga aktivitas
operasional perusahaan itu bisa berjalan lancar.
Kapolda Sumbar
Brigjen. Pol. Bambang Sri Herwanto mengatakan, bantuan tower tersebut sangat
bermanfaat bagi SPN Padang Besi. Selama ini, SPN Padang Besi tidak
memiliki fasilitas tower. Karena itu, Polda Sumbar minta bantuan PT Semen
Padang. Tower dimaksud sangat dibutuhkan bagi peningkatan kemampuan potensi
kesamaptaan jasmani dan keterampilan khususnya bagi peserta didik dan bintara
tugas kepolisian.
"Kami
menyampaikan terimakasih atas bantuan ini, karena karena keterbatasan anggaran
kami belum mampu membangun," kata Jenderal Bintang 1 itu.
Usai dilakukan serah
terima tower, Kapolda Sumbar, dan Dirut PT Semen Padang berkesempatan
menyaksikan atraksi turun tali , dan peluncuran di tower baru, yang dilakukan
oleh anggota kepolisian, security dan karyawan Semen Padang. Selanjutnya,
dilakukan peninjauan lingkungan SPN yang dibangun pada tahun 1961 itu.
http://news.liputan6.com/read/725745/ahok-minta-csr-perusahaan-bereskan-taman-taman-ibukota#sthash.7iDsTqLd.dpuf



Tidak ada komentar:
Posting Komentar